Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP 2026/2027 menjadi salah satu perangkat pembelajaran yang banyak dibutuhkan guru seiring penerapan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) di satuan pendidikan.Guru tidak hanya membutuhkan materi tentang coding atau artificial intelligence, tetapi juga perangkat pembelajaran yang dapat membantu merancang kegiatan belajar, tujuan pembelajaran, aktivitas peserta didik, asesmen, hingga tindak lanjut.
Artikel ini membahas struktur Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP sekaligus memberikan gambaran materi, ATP, LKPD, asesmen, dan contoh kegiatan pembelajaran yang dapat dikembangkan sesuai kondisi sekolah.
Apa Itu Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7?
Modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan perangkat yang membantu guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran Koding dan KA secara sistematis.Pada kelas 7 SMP, pembelajaran berada pada Fase D yang mencakup kelas 7, 8, dan 9.
Karena kelas 7 merupakan awal Fase D, guru tidak harus memasukkan seluruh kompetensi akhir fase ke dalam satu tahun pembelajaran. Materi dapat disusun secara bertahap melalui Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) agar kompetensi berkembang dari kelas 7 hingga kelas 9.
Dalam pembelajaran Koding dan KA, peserta didik diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, literasi digital, pemahaman terhadap kecerdasan artifisial, serta kemampuan menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
Apakah Koding dan Kecerdasan Artifisial Sama dengan Informatika?
Koding dan Kecerdasan Artifisial memiliki keterkaitan dengan teknologi dan Informatika, tetapi tidak berarti keduanya harus diperlakukan sebagai materi yang sama.
Koding lebih menekankan pada penyusunan instruksi atau algoritma agar komputer dapat melakukan tugas tertentu.Sementara itu, Kecerdasan Artifisial membahas bagaimana sistem komputer dapat digunakan untuk melakukan tugas yang membutuhkan pengolahan data, pengenalan pola, pembuatan keluaran, atau bentuk kecerdasan tertentu.
Pembelajaran Koding dan KA juga memiliki aspek penting berupa etika, keamanan, privasi, bias, verifikasi informasi, dan tanggung jawab manusia.
Materi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP
Materi kelas 7 dapat dikembangkan dari kompetensi dasar Fase D dan disesuaikan dengan kesiapan peserta didik serta fasilitas sekolah.
Beberapa materi yang dapat menjadi fokus antara lain:1. Berpikir Komputasional
Peserta didik belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang sistematis.
Materinya dapat meliputi:
identifikasi masalah;
pemecahan masalah;
pengenalan pola;
abstraksi;
penyusunan langkah atau algoritma;
instruksi yang jelas;
pengujian solusi.
Contohnya adalah meminta peserta didik membuat langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan persoalan sederhana di lingkungan sekolah.
2. Data dan Informasi
Peserta didik mulai mengenal pentingnya data dalam sistem digital.
Materi dapat dikaitkan dengan:
jenis data;
sumber data;
pengelompokan data;
kualitas data;
informasi pribadi;
keamanan data;
penggunaan data secara bertanggung jawab.
3. Algoritma dan Instruksi
Algoritma dapat diperkenalkan melalui aktivitas sederhana sebelum peserta didik menggunakan bahasa pemrograman tertentu.
Contohnya:
"Bagaimana membuat instruksi agar sebuah karakter dapat bergerak dari titik A menuju titik B?"
Peserta didik kemudian menyusun langkah secara berurutan dan menguji apakah instruksi tersebut menghasilkan tujuan yang benar.
4. Pembuatan Konten Digital
Koding dan KA tidak hanya berkaitan dengan program.
Peserta didik juga dapat belajar menghasilkan konten digital sederhana, seperti:
presentasi;
infografis;
audio;
video;
poster digital.
Dalam kegiatan tersebut, guru dapat memasukkan aspek hak cipta, sumber informasi, keamanan data, dan etika penggunaan teknologi.
5. Pengenalan Kecerdasan Artifisial
Peserta didik dapat diperkenalkan dengan konsep dasar AI melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Misalnya:
rekomendasi video;
pencarian informasi;
pengenalan wajah;
penerjemah otomatis;
chatbot;
sistem rekomendasi;
pembuatan gambar dengan AI.
Tujuannya bukan sekadar membuat peserta didik menggunakan AI, tetapi memahami secara kritis bagaimana teknologi tersebut digunakan.
6. Etika dan Risiko Kecerdasan Artifisial
Bagian ini sangat penting dalam pembelajaran Koding dan KA.
Peserta didik dapat diajak membahas:
privasi;
keamanan data;
informasi palsu;
bias AI;
ketergantungan terhadap AI;
hak cipta;
plagiarisme;
penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Guru dapat menggunakan contoh kasus sederhana agar peserta didik memahami bahwa keluaran AI tidak selalu benar.
7. Menulis Input atau Prompt yang Baik
Peserta didik dapat dikenalkan dengan cara memberikan instruksi yang jelas kepada sistem AI.
Misalnya, dibandingkan:
"Buatkan materi tentang lingkungan."
Peserta didik dapat belajar membuat instruksi yang lebih spesifik:
"Buat ringkasan tentang pencemaran lingkungan untuk siswa SMP kelas 7 dalam lima poin dengan bahasa sederhana dan berikan dua contoh di lingkungan sekolah."
Dari kegiatan tersebut, peserta didik belajar bahwa kualitas instruksi dapat memengaruhi hasil yang diberikan sistem.
Contoh ATP Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7
ATP dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kondisi sekolah.
| Unit | Materi | Contoh Tujuan Pembelajaran |
|---|---|---|
| 1 | Berpikir Komputasional | Peserta didik mampu memecah masalah sederhana menjadi beberapa bagian |
| 2 | Data | Peserta didik mampu mengenali dan mengelompokkan data |
| 3 | Algoritma | Peserta didik mampu menyusun instruksi secara runtut |
| 4 | Konten Digital | Peserta didik mampu membuat produk digital sederhana |
| 5 | Pengenalan KA | Peserta didik mampu menjelaskan contoh pemanfaatan AI |
| 6 | Etika KA | Peserta didik mampu mengidentifikasi risiko penggunaan AI |
| 7 | Prompt | Peserta didik mampu membuat instruksi yang jelas untuk sistem KA |
| 8 | Proyek | Peserta didik mampu menghasilkan solusi digital sederhana |
Pembagian tersebut bukan satu-satunya format ATP. Guru dapat menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik, sarana sekolah, waktu pembelajaran, serta pembagian kompetensi dalam Fase D.
Contoh Kegiatan Pembelajaran Koding Kelas 7
Salah satu kegiatan yang dapat digunakan adalah proyek "Membuat Instruksi untuk Robot".
Kegiatan Pendahuluan
Guru memberikan pertanyaan:
"Jika kalian harus memberikan instruksi kepada robot untuk pergi dari kelas menuju perpustakaan, apakah cukup mengatakan 'pergi ke perpustakaan'?"
Peserta didik kemudian mendiskusikan mengapa instruksi harus dibuat secara jelas dan berurutan.
Kegiatan Inti
Peserta didik:
menentukan titik awal;
menentukan tujuan;
membuat langkah perjalanan;
menuliskan instruksi;
menguji instruksi;
menemukan kesalahan;
memperbaiki algoritma.
Kegiatan Penutup
Peserta didik melakukan refleksi:
Apa kesalahan yang ditemukan?
Mengapa instruksi harus jelas?
Bagaimana cara memperbaiki algoritma?
Apakah satu masalah dapat memiliki lebih dari satu solusi?
Kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi dasar sebelum peserta didik mempelajari pemrograman yang lebih kompleks.
Contoh LKPD Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7
LKPD: Membuat Instruksi yang Efektif
Tujuan:
Peserta didik mampu menyusun instruksi secara runtut dan logis.
Petunjuk
Perhatikan denah sederhana yang diberikan guru.
Tentukan cara paling efektif dari titik awal menuju titik tujuan.
Tuliskan instruksi menggunakan format:
Maju ___ langkah.
Belok kanan.
Maju ___ langkah.
Belok kiri.
Maju hingga mencapai tujuan.
Kemudian mintalah teman satu kelompok menguji instruksi tersebut.
Jika teman tidak sampai ke tujuan, cari bagian instruksi yang menyebabkan kesalahan dan lakukan perbaikan.
Pertanyaan Refleksi
Apakah instruksi yang dibuat langsung berhasil?
Bagian mana yang perlu diperbaiki?
Mengapa komputer membutuhkan instruksi yang jelas?
Apa hubungan kegiatan tersebut dengan algoritma?
Contoh Asesmen Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7
Asesmen dapat dilakukan melalui penilaian proses dan produk.
| Aspek | Kriteria |
|---|---|
| Pemahaman masalah | Mampu mengidentifikasi masalah dengan tepat |
| Algoritma | Instruksi tersusun runtut dan logis |
| Kreativitas | Mampu menawarkan solusi yang sesuai |
| Pengujian | Mampu menemukan kesalahan |
| Perbaikan | Mampu memperbaiki solusi |
| Kolaborasi | Aktif bekerja sama dalam kelompok |
| Etika digital | Menggunakan teknologi secara bertanggung jawab |
Guru dapat menggunakan skala 1–4 sesuai kebutuhan sekolah.
Struktur Modul Ajar Koding dan KA Kelas 7
Agar mudah digunakan, modul dapat disusun dengan struktur berikut:
A. Informasi Umum
Identitas sekolah
Mata pelajaran
Fase/Kelas
Alokasi waktu
Kompetensi awal
Sarana dan prasarana
Karakteristik peserta didik
B. Komponen Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Pemahaman bermakna
Pertanyaan pemantik
Materi pembelajaran
Model pembelajaran
Metode pembelajaran
C. Langkah Pembelajaran
Kegiatan pendahuluan
Kegiatan inti
Kegiatan penutup
D. Asesmen
Asesmen diagnostik
Asesmen formatif
Asesmen sumatif
Rubrik penilaian
E. Tindak Lanjut
Remedial
Pengayaan
Refleksi guru
Refleksi peserta didik
F. Lampiran
LKPD
Bahan bacaan
Instrumen asesmen
Rubrik
Glosarium
Daftar pustaka
Apakah Modul Ajar Koding dan KA Kelas 7 Sudah Tersedia Secara Resmi?
Ya. Pemerintah melalui Ruang GTK telah menyediakan Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran sesuai jenjang. Untuk Fase D, modul tersebut diperuntukkan bagi kelas 7–9.
Karena itu, guru sebaiknya menggunakan sumber resmi sebagai rujukan utama, kemudian melakukan penyesuaian dengan kondisi satuan pendidikan.
Modul yang dibuat secara mandiri melalui artikel atau situs pendidikan sebaiknya diposisikan sebagai contoh atau bahan pengembangan, bukan menggantikan dokumen resmi pemerintah.
Download Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7
Bagi guru yang membutuhkan perangkat pembelajaran, Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 dapat dikembangkan dalam format:
Modul Ajar Semester 1
Modul Ajar Semester 2
ATP Koding dan KA
LKPD
bahan ajar
asesmen
rubrik penilaian
remedial dan pengayaan
Guru dapat menyesuaikan isi modul dengan kondisi sekolah, kemampuan peserta didik, fasilitas komputer, koneksi internet, serta kebijakan satuan pendidikan.
Penting: jangan hanya menyalin modul dari internet. Gunakan dokumen sebagai referensi kemudian sesuaikan tujuan, kegiatan, asesmen, dan konteks pembelajaran dengan peserta didik.
Tips Mengajarkan Koding dan AI kepada Siswa Kelas 7
Pembelajaran Koding dan KA tidak harus selalu dilakukan dengan komputer.
Guru dapat menggunakan metode unplugged terlebih dahulu.
Contohnya:
Permainan instruksi → algoritma → pseudocode → coding → pengujian → perbaikan.
Urutan tersebut membuat peserta didik memahami konsep sebelum berhadapan dengan kode program.
Untuk pembelajaran AI, guru juga tidak harus meminta seluruh siswa memiliki akun AI. Guru dapat menggunakan demonstrasi, contoh keluaran, simulasi, atau aktivitas kelompok.
Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan:
Gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikan proses berpikir.
Peserta didik perlu memahami bahwa keluaran AI harus diperiksa, dibandingkan dengan sumber lain, dan tidak selalu benar.
Kesimpulan
Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP 2026/2027 dapat menjadi salah satu perangkat penting bagi guru yang mulai mengembangkan pembelajaran Koding dan KA pada jenjang SMP.
Kelas 7 merupakan awal Fase D sehingga pembelajaran sebaiknya difokuskan pada pembentukan fondasi. Peserta didik dapat mulai mengenal berpikir komputasional, data, algoritma, konten digital, konsep dasar kecerdasan artifisial, etika AI, keamanan data, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Modul ajar tidak harus dibuat rumit. Yang terpenting adalah terdapat hubungan yang jelas antara tujuan pembelajaran, aktivitas peserta didik, asesmen, dan tindak lanjut.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di kelas 7 dapat menjadi kegiatan yang menarik, kontekstual, dan tidak sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi.
FAQ
Apakah Koding dan Kecerdasan Artifisial wajib untuk semua siswa kelas 7?
Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan mata pelajaran pilihan yang penyelenggaraannya menyesuaikan kesiapan satuan pendidikan dan minat peserta didik.
Kelas berapa yang termasuk Fase D?
Fase D mencakup kelas 7, 8, dan 9 pada jenjang SMP/MTs.
Apakah kelas 7 harus langsung belajar bahasa pemrograman?
Tidak. Guru dapat membangun fondasi melalui berpikir komputasional, algoritma, instruksi, pemecahan masalah, dan aktivitas unplugged sebelum masuk ke pemrograman.
Apakah pembelajaran Koding harus menggunakan komputer?
Tidak selalu. Konsep algoritma dan berpikir komputasional dapat dipelajari melalui aktivitas tanpa komputer.
Apakah guru boleh membuat Modul Ajar sendiri?
Boleh mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai kebutuhan satuan pendidikan dengan tetap mengacu pada regulasi, CP, dan panduan yang berlaku.
Di mana mendapatkan modul resmi Koding dan Kecerdasan Artifisial?
Modul resmi tersedia melalui Ruang GTK dan dapat digunakan sebagai referensi dalam menyiapkan pembelajaran Koding dan KA.

Komentar & Diskusi
Tinggalkan Balasan: