Lo Kheng Hong 2026: Filosofi Investasi, Strategi Value Investing, dan Saham yang Jadi Perhatian

Daftar Isi (Sitemap)

Lo Kheng Hong 2026 Filosofi Investasi, Strategi Value Investing, dan Saham yang Jadi Perhatian

Nama Lo Kheng Hong sudah lama menjadi salah satu sosok yang paling sering diperbincangkan dalam dunia pasar modal Indonesia. Ia dikenal sebagai investor yang mengutamakan pendekatan value investing, yaitu mencari perusahaan yang dinilai memiliki kualitas fundamental baik tetapi harga sahamnya dianggap belum mencerminkan nilai wajarnya.

Menariknya, popularitas Lo Kheng Hong bukan hanya karena hasil investasinya. Banyak investor justru tertarik mempelajari cara berpikirnya ketika memilih perusahaan, membaca laporan keuangan, menilai valuasi, dan menentukan apakah sebuah saham layak dimiliki dalam jangka panjang.

Memasuki 2026, namanya kembali menjadi perhatian setelah ia menyebut beberapa sektor yang menjadi fokus perhatiannya, yaitu perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit.

Namun, penting dipahami bahwa pandangan seorang investor bukan berarti rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Kondisi pasar dapat berubah dan setiap investor memiliki tingkat risiko yang berbeda.

Baca juga: Apa Itu Gboard? Ini Fitur Rahasia Keyboard Google yang Jarang Dipakai

Siapa Lo Kheng Hong?

Lo Kheng Hong merupakan salah satu investor individu yang terkenal di pasar saham Indonesia. Ia dikenal luas karena konsistensinya menerapkan pendekatan investasi berbasis nilai perusahaan.

Perjalanan Lo Kheng Hong menuju dunia investasi juga tidak berlangsung secara instan. Sebelum menjadi investor penuh waktu, ia pernah bekerja di sektor perbankan dan memanfaatkan waktu serta penghasilannya untuk mempelajari investasi saham.

Menurut berbagai profil yang membahas perjalanan kariernya, ia mulai serius berinvestasi saham pada akhir dekade 1980-an. Salah satu pengalaman awalnya justru berakhir kurang menyenangkan ketika saham yang dibelinya mengalami penurunan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan baginya untuk semakin mendalami pasar modal dan analisis perusahaan.

Dari proses belajar tersebut, Lo kemudian semakin dikenal sebagai investor yang mengandalkan analisis fundamental dan pendekatan jangka panjang.

Mengapa Lo Kheng Hong Dijuluki Warren Buffett Indonesia?

Lo Kheng Hong kerap mendapatkan julukan “Warren Buffett Indonesia” karena pendekatan investasinya memiliki kemiripan dengan prinsip value investing yang populer melalui Warren Buffett.

Kesamaannya bukan berarti kedua investor memiliki portofolio atau metode yang persis sama. Sebutan tersebut lebih banyak mengacu pada cara Lo Kheng Hong mencari perusahaan yang memiliki fundamental menarik, valuasi yang masuk akal, serta prospek bisnis dalam jangka panjang.

Pendekatan seperti ini berbeda dengan strategi yang hanya mengandalkan pergerakan harga dalam waktu sangat singkat.

Lo Kheng Hong sendiri dikenal lebih menekankan pemahaman terhadap bisnis perusahaan daripada sekadar melihat grafik harga saham.

Apa Itu Strategi Value Investing ala Lo Kheng Hong?

Secara sederhana, value investing adalah pendekatan yang berusaha mencari perbedaan antara harga pasar suatu saham dan nilai fundamental perusahaan.

Bayangkan ada sebuah bisnis yang mempunyai aset, keuntungan, arus kas, dan prospek usaha yang menarik. Namun, harga sahamnya di pasar sedang berada pada tingkat yang menurut investor tertentu relatif murah.

Investor value akan mencoba mempelajari apakah kondisi tersebut hanya sementara atau memang menunjukkan adanya masalah serius pada perusahaan.

Jika fundamental perusahaan masih kuat dan valuasinya menarik, saham tersebut bisa masuk dalam daftar pantauan.

Inilah sebabnya investor dengan pendekatan value investing biasanya tidak hanya bertanya:

“Harga saham ini akan naik atau turun?”

Mereka juga akan bertanya:

  • Bisnis perusahaan sebenarnya seperti apa?

  • Apakah perusahaan menghasilkan keuntungan?

  • Bagaimana kondisi utangnya?

  • Seberapa kuat arus kasnya?

  • Apakah manajemennya dapat dipercaya?

  • Apakah harga saham sudah terlalu mahal?

  • Bagaimana prospek bisnis beberapa tahun ke depan?

1. Memahami Bisnis Sebelum Membeli Saham

Salah satu pelajaran penting dari pendekatan Lo Kheng Hong adalah pentingnya memahami bisnis perusahaan. Investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena melihat harga sedang naik atau karena mendapat informasi dari media sosial. Saham sebenarnya merupakan bagian kepemilikan suatu perusahaan. Karena itu, memahami perusahaan menjadi langkah penting sebelum membuat keputusan investasi. Misalnya, ketika melihat perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, investor dapat mempelajari bagaimana bank mendapatkan pendapatan, bagaimana kualitas asetnya, seberapa besar kredit bermasalah, serta bagaimana kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

Pendekatan seperti ini membuat keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga harian.

2. Membaca Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting dalam analisis fundamental.

Melalui laporan keuangan, investor dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi perusahaan.

Beberapa informasi yang biasanya diperhatikan antara lain:

  • Pendapatan

  • Laba bersih

  • Aset

  • Liabilitas

  • Ekuitas

  • Arus kas

  • Utang

  • Margin keuntungan

OJK juga pernah memuat pandangan Lo Kheng Hong mengenai pentingnya memahami laporan keuangan sebelum berinvestasi. Dalam materi edukasi konsumen OJK, ia menekankan pentingnya memperhatikan fundamental dan valuasi perusahaan.

Bagi investor pemula, laporan keuangan mungkin terlihat rumit. Namun, kemampuan membacanya dapat dipelajari secara bertahap.

3. Memperhatikan Valuasi Saham

Selain kualitas bisnis, valuasi juga menjadi bagian penting dalam pendekatan value investing.

Dua rasio yang sering digunakan untuk melihat valuasi adalah Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

PER membandingkan harga saham dengan laba per saham perusahaan.

Sementara itu, PBV membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan.

Lo Kheng Hong pernah menjelaskan penggunaan batas valuasi tertentu dalam pendekatan investasinya. Katadata mencatat bahwa dalam salah satu pemaparannya ia menggunakan PER dan PBV sebagai salah satu pertimbangan ketika memilih saham.

Namun, rasio tersebut tidak seharusnya digunakan sendirian.

PER rendah belum tentu berarti saham murah. Bisa saja pasar memberikan valuasi rendah karena perusahaan menghadapi persoalan bisnis.

Sebaliknya, PER tinggi juga tidak otomatis berarti saham terlalu mahal apabila perusahaan mempunyai prospek pertumbuhan yang kuat.

Karena itu, valuasi perlu dibaca bersama kondisi fundamental perusahaan.

4. Memperhatikan Kualitas Manajemen

Perusahaan yang bagus bukan hanya tentang angka dalam laporan keuangan. Manajemen juga memiliki peranan besar.

Investor perlu memperhatikan bagaimana perusahaan dikelola, bagaimana kebijakan bisnis dibuat, serta bagaimana perusahaan memperlakukan pemegang saham. Dalam materi edukasi OJK, Lo Kheng Hong juga menekankan pentingnya memilih emiten yang memiliki integritas dan menjalankan bisnis yang baik.

Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan hanya terpaku pada harga saham.

Kualitas pengelola perusahaan juga merupakan bagian dari analisis.

5. Tidak Terburu-buru Mengikuti Pergerakan Harga

Salah satu karakter yang sering dikaitkan dengan gaya investasi Lo Kheng Hong adalah kesabaran.

Pendekatan jangka panjang membutuhkan kemampuan untuk menghadapi fluktuasi pasar.

Harga saham bisa bergerak naik dan turun karena berbagai faktor. Perubahan tersebut tidak selalu berarti nilai fundamental perusahaan berubah dengan kecepatan yang sama.

Karena itu, investor value biasanya mencoba membedakan antara perubahan harga dan perubahan nilai bisnis.

Hal ini bukan berarti investor harus selalu mempertahankan saham dalam kondisi apa pun.

Jika fundamental perusahaan berubah secara signifikan atau alasan investasi sudah tidak berlaku, keputusan investor tentu perlu dievaluasi kembali.

Sektor Saham yang Menjadi Perhatian Lo Kheng Hong pada 2026

Pada awal Januari 2026, Lo Kheng Hong menyebut tiga sektor yang menjadi perhatiannya, yaitu:

Perbankan

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor besar di pasar modal Indonesia.

Perusahaan perbankan dapat memiliki karakteristik berbeda dari perusahaan di sektor lainnya sehingga analisisnya juga perlu disesuaikan.

Investor dapat memperhatikan berbagai indikator seperti pertumbuhan kredit, kualitas aset, profitabilitas, serta kemampuan bank menjaga kesehatan keuangannya.

Batu Bara

Batu bara merupakan sektor komoditas yang sangat dipengaruhi kondisi pasar global.

Harga komoditas, permintaan energi, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi dunia dapat memengaruhi kinerja perusahaan di sektor ini.

Karena itu, investor perlu memahami bahwa saham berbasis komoditas mempunyai karakteristik yang berbeda dari perusahaan dengan pendapatan yang lebih stabil.

Perkebunan Kelapa Sawit

Sektor perkebunan kelapa sawit juga menjadi salah satu sektor yang disebut Lo Kheng Hong untuk diperhatikan pada 2026.

Kinerja perusahaan sawit dapat dipengaruhi harga komoditas, produksi, biaya operasional, cuaca, kebijakan perdagangan, dan permintaan global.

Artinya, sekadar mengetahui sektor yang diperhatikan investor terkenal belum cukup untuk menentukan apakah suatu saham layak dibeli.

Portofolio Lo Kheng Hong yang Terungkap ke Publik

Portofolio Lo Kheng Hong juga menjadi perhatian karena sebagian kepemilikannya dapat diketahui melalui keterbukaan informasi pasar modal.

Laporan IDNFinancials pada Februari 2026 menyebut Lo Kheng Hong terpantau memiliki kepemilikan lebih dari 5 persen pada sejumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kepemilikannya tersebar pada berbagai sektor, termasuk energi dan jasa keuangan.

KONTAN juga melaporkan pada Maret 2026 bahwa pemetaan kepemilikan investor kawakan menunjukkan adanya kombinasi saham small-cap dan mid-cap dalam portofolio Lo Kheng Hong.

Informasi seperti ini menarik untuk dipelajari dari sisi edukasi.

Namun, meniru portofolio investor terkenal bukan berarti otomatis menghasilkan hasil yang sama.

Waktu pembelian, harga beli, jumlah modal, tujuan investasi, dan toleransi risiko setiap orang berbeda.

Apa yang Bisa Dipelajari Investor Pemula dari Lo Kheng Hong?

Ada sejumlah pelajaran yang dapat diambil tanpa harus meniru saham yang dimilikinya.

Belajar Sebelum Membeli

Jangan menjadikan popularitas saham sebagai alasan utama membeli.

Pelajari perusahaan terlebih dahulu.

Kenali Fundamental

Perhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dan bagaimana kondisi keuangannya.

Pahami Valuasi

Harga murah belum tentu berarti murah secara fundamental.

Begitu juga harga mahal belum tentu otomatis buruk.

Bersabar

Investasi saham tidak selalu menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.

Pendekatan jangka panjang membutuhkan kesabaran dan disiplin.

Jangan Mengikuti Rumor

Informasi dari media sosial dapat menjadi bahan awal untuk mencari informasi, tetapi keputusan investasi sebaiknya didukung data yang dapat diverifikasi.

Gunakan Sumber Resmi

Untuk data perusahaan, investor dapat memeriksa laporan keuangan, laporan tahunan, keterbukaan informasi, dan informasi resmi dari Bursa Efek Indonesia maupun perusahaan terkait.

Apakah Strategi Lo Kheng Hong Cocok untuk Semua Orang?

Belum tentu.

Setiap orang memiliki tujuan keuangan, pengetahuan, modal, dan toleransi risiko yang berbeda.

Value investing juga bukan metode yang menjamin keuntungan.

Saham yang terlihat murah dapat terus mengalami penurunan jika fundamental perusahaan ternyata memburuk. Bahkan perusahaan yang secara fundamental bagus pun tetap menghadapi risiko bisnis dan pasar.

Karena itu, investor pemula sebaiknya mempelajari dasar-dasar investasi terlebih dahulu dan tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti tokoh tertentu.

Kesimpulan

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor saham Indonesia yang konsisten menggunakan pendekatan value investing.

Filosofi yang dapat dipelajari dari perjalanan investasinya antara lain pentingnya memahami bisnis, membaca laporan keuangan, memperhatikan valuasi, mempertimbangkan kualitas manajemen, serta memiliki perspektif jangka panjang.

Pada 2026, sektor perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit menjadi tiga sektor yang disebut Lo Kheng Hong sebagai sektor yang patut diperhatikan.

Sementara itu, laporan mengenai portofolionya menunjukkan bahwa investasi yang dimilikinya tersebar pada sejumlah perusahaan dan sektor.

Yang paling penting, kisah Lo Kheng Hong sebaiknya dipandang sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ajakan untuk meniru transaksi tertentu.

Bagi investor pemula, pelajaran terbesarnya justru terletak pada proses: membaca, memahami bisnis, menganalisis fundamental, menilai harga, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Data kepemilikan dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu.

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

Komentar & Diskusi

Tinggalkan Balasan: